A. VISI DAN MISI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (UNESA)
Visi Universitas Negeri Surabaya (Unesa):
Universitas kependidikan yang tangguh, adaptif, dan inovatif yang berbasis kewirausahaan
Misi Universitas Negeri Surabaya (Unesa):
- Menyelenggarakan pendidikan di bidang kependidikan dan nonkependidikan yang berkarakter tangguh, adaptif, dan inovatif yang berbasis kewirausahaan.
- Menyelenggarakan penelitian dan meningkatkan kualitas inovasi di bidang kependidikan dan nonkependidikan yang berbasis kewirausahaan.
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan inovasi di bidang kependidikan dan nonkependidikan yang berbasis kewirausahaan bagi kesejahteraan masyarakat.
- Menyelenggarakan kegiatan tridharma perguruan tinggi melalui sistem multikampus secara sinergi, terintegrasi, harmonis, dan berkelanjutan dengan memperhatikan keunggulan UNESA.
- Menyelenggarakan tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel yang menjamin mutu secara berkelanjutan
- Menyelenggarakan kerja sama nasional dan internasional yang produktif dalam menciptakan, mengembangkan, dan menyebarluaskan inovasi di bidang kependidikan dan non-kependidikan yang berbasis kewirausahaan.
B. VISI DAN MISI FMIPA UNESA
Visi FMIPA UNESA :
Fakultas MIPA yang tangguh, adaptif, inovatif, dan kolaboratif berbasis edu-ecopreneurship serta memperoleh rekognisi internasional
Misi FMIPA UNESA :
- Menyelenggarakan pendidikan berbasis riset di bidang kependidikan dan nonkependidikan MIPA yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berciri eduecopreneurship.
- Menyelenggarakan penelitian dan meningkatkan kualitas inovasi di bidang kependidikan dan nonkependidikan MIPA melalui kolaborasi global.
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan inovasi di bidang kependidikan dan nonkependidikan MIPA untuk pemberdayaan masyarakat;
- Menyelenggarakan tata kelola di FMIPA yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel;
- Menjalin kerja sama nasional dan internasional yang produktif untuk menciptakan, mengembangkan, dan menyebarluaskan inovasi di bidang kependidikan dan non-kependidikan MIPA.
C. VISI DAN MISI PROGRAM STUDI KIMIA
Visi Program studi Kimia:
Mengembangkan ilmu kimia berbasis potensi sumber daya alam dan eco-preneurship serta memperoleh rekognisi internasional
Misi Program studi Kimia:
- Menyelenggarakan pendidikan akademik di bidang kimia berbasis riset sumber daya alam yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berciri eduecopreneurship.
- Mengembangkan penelitian dasar dan terapan yang inovatif dalam bidang kimia untuk mengembangkan sumber daya alam melalui kolaborasi global.
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan inovasi dalam bidang ilmu kimia dan terapannya untuk pemberdayaan masyarakat.
- Mengembangkan hasil-hasil penelitian untuk mendapatkan rekognisi internasional.
Tujuan Program studi Kimia:
- Dihasilkannya lulusan bidang kimia yang berjiwa entrepreneur dalam pengembangan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan (green-technopreneurship).
- Dihasilkannya lulusan yang memiliki kapabilitas untuk terus berkembang dan belajar sepanjang hayat, sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Terbangun suasana akademik yang humanis, berbudaya, produktif, efisien, dan transparan untuk mendukung terlaksananya tridharma perguruan tinggi.
- Terwujudnya pengembangan ilmu kimia dan terapannya melalui penelitian yang relevan dengan perkembangan IPTEK khususnya dalam pengembangan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Terwujudnya pusat informasi dan layanan bidang ilmu kimia yang berperan dalam mengatasi permasalahan di masyarakat.
Silahkan mengisi kuisioner survey Visi dan Misi S1 Kimia : Link
Profil Program Studi S1 Kimia Unesa
Analisis hasil tracer study terhadap alumni yang sudah berkarya di masyarakat/industri selama 4 - 5 tahun, survei pengguna lulusan, dan Analisis Human Capital Development Plan (HCDP), menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan S1 Kimia berkarir sebagai berikut:
Profil Lulusan S1 Kimia
| No | Profil Lulusan | Kualifikasi |
| 1 | Quality Control | Ahli kimia yang profesional dalam pengendalian kualitas dan penjaminan mutu: lulusan harus mampu menangani beberapa masalah kualitas kimia secara komprehensif, di laboratorium perusahaan atau institusi berdasarkan data dan analisis ilmiah. Pengambil keputusan tentang pengendalian mutu, penjaminan mutu, proses, riset dan pengembangan untuk meningkatkan mutu produk. |
| 2 | Peneliti Pemula | Lulusan dapat berperan sebagai asisten peneliti di bidang kimia yang senantiasa mampu menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan serta mampu mengembangkan diri secara tepat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan pembangunan melalui peningkatan ilmu pengetahuan dan penelitian |
| 3 | Wirausahawan | Memiliki pemahaman dan penjiwaan kewirausahaan dalam berbagai aspek kehidupan terkait barang dan jasa di bidang kimia dan bidang lain agar mampu menjadi wirausahawan yang mandiri, inovatif, berwawasan jauh ke depan dan luas berbasis ilmu yang diperolehnya serta mampu mengidentifikasi peluang usaha/bisnis terkait barang dan jasa untuk membangun interpreneurship di bidang kimia dan bidang lainnya. |
Evaluasi Kurikulum
Perubahan yang terjadi pada kurikulum 2024 dibanding kurikulum 2020, adalah adanya perubahan skripsi yang semula 6 sks, telah berubah menjadi 2 sks seminar proposal skripsi dan 4 sks skripsi (Buku Pedoman Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi Kurikulum th 2023). Adanya perubahan bobot sks skripsi (Tugas Akhir) tersebut dan beberapa mata kuliah prodi yang menjadi matakuliah institusi yang dikelola oleh prodi antara lain Bahasa Inggris dan Kewirausahaan. Perubahan sebelumnya terjadi pada kurikulum 2020 dari kurikulum 2017 adalah adanya Permendikbud No 3 tahun 2020 kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum memerlukan penyesuaian secara menyeluruh agar hak mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran di luar kampus dapat difasilitasi. Penyesuaian yang dilakukan adalah dengan menyelesaikan semua mata kuliah wajib sebagai kurikulum inti sampai dengan semester V, sehingga mahasiswa bila melaksanakan program MBKM secara penuh di luar kampus dapat melaksanakan di semester VI. Pada semester VII, mahasiswa diharapkan sudah kembali ke kampus untuk menyelesaikan sisa matakuliah wajib dan beberapa matakuliah pilihan serta tugas akhirnya. Pada semester VIII mahasiswa fokus pada penyelesaian skripsi atau tugas akhirnya
Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan antara lain merampingkan matakuliah Kimia Dasar yang semula berupa Kimia Dasar 1 dan Kimia dasar 2 masing-masing 3 sks, maka didesain ulang menjadi Kimia Dasar sebagai bagian yang menyatu dengan bahan kajian dari kimia anorganik, kimia fisik, kimia analitik dan kimia organik. Sangat berbeda dengan kurikulum 2017 dan sebelumnya, Kimia Dasar merupakan mata kuliah untuk penyamaan fundamental kimia sebelum memasuki kurikulum kimia yang sesungguhnya. Perubahan mata kuliah Kimia unsur golongan utama dan Kimia unsur transisi didesain menjadi kimia unsur, dengan bobot 3 sks.
Prodi S1 Kimia juga telah mendapat masukan dari ASIIN lembaga Akreditasi Internasional, tentang bobot mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik, Praktikum Biokimia, yang 1 sks, dianggap terlalu memberatkan mahasiswa. Oleh karena itu pada mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik dan Praktikum Biokimia masing-masing menjadi 2 sks. Dengan pendekatan ini diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan keterampilan kerja laboratorium yang lebih lengkap dan luas, dengan beban kerja yang lebih efisien.
Terkait capaian pembelajaran lulusan (CPL) Prodi S1 Kimia, setiap tahunnya diukur dan dievaluasi. Sebelumnya dilakukan identifikasi CPL yang dititipkan pada matakuliah, kemudian dilakukan ploting CPL pada setiap MK, dan selanjutnya dievaluasi. Adapun standar ketuntasan CPL individu adalah 70, dan ketuntasan klasikal adalah 80%. Pada kurikulum 2024 ini disampaikan hasil pengukuran CPL mahasiswa Angkatan 2020, yang telah lulus pada tahun 2024 (4 tahun). Prodi S1 Kimia memiliki 8 CPL, yaitu 2 CPL sikap, 2 CPL Pengetahuan, 2 CPL Keterampilan umum dan 2 CPL Keterampilan Khusus. Hasil pengukuran CPL, diolah menjadi data yang dapat memberikan informasi tentang efektifitas pembelajaran. Efektivitas pembelajaran dinilai dari kesesuaian OBE dan CPLnya, yang dilaporkan dalam portofolio. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari efektivitas pembelajaran, dirancang rekomendasi untuk menciptakan standar pembelajaran yang lebih baik pada siklus berikutnya sesuai tahapan “Plan, Do, Check, Action”.
Prodi S1 Kimia dalam proses pembelajaran juga telah menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran dan standar evaluasi capaian CPL. Berdasarkan RPS yang telah divalidasi oleh dosen kelompok keahlian dan disetujui oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan disosialisasikan kepada mahasiswa, maka dibuatlah strategi pembelajaran yang efektif untuk semua modul dalam mencapai CPL sesuai waktu yang ditentukan. Beberapa bentuk kegiatan pembelajaran di Prodi S1 Kimia antara lain kuliah interaktif, praktikum di laboratorium dasar dan instrumen, diskusi di kelas dengan menggunakan metode Problem Based Learning. Pelatihan penulisan proposal penelitian, penulisan skripsi, dan publikasi internasional juga diberikan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi yang diharapkan.
Hasil evaluasi kurikulum tahun 2023, bahwa pada mata kuliah Kimia kuantum yang bersamaan dengan Teori dasar Anorganik pada semester dua, sangat tidak disarankan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyesuaian lagi, yakni mata kuliah Matematika untuk Kimia yang ada di semester 1, didesain ulang, sebagai materi yang mendasari Kimia Kuantum ditambahkan dengan materi Kimia Kuantum, maka bobot Kimia Kuantum berubah menjadi 3 sks. Metode Spektroskopi dan Kromatografi semula 2 sks, berubah menjadi 3 sks, karena ditambahkan materi praktikum untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan magang kerja /PKL di semester VI.
Demikian juga masukan dari pakar Himpunan Kimia Indonesia juga menjadi bahan pertimbangan di dalam melakukan revisi kurikulum Kimia ini. Penjaringan masukan dari stakeholder, alumni, dan mahasiswa, dihimpun baik secara daring dan luring telah dilakukan secara periodik, baik melalui sistem yang telah disediakan oleh Fakultas maupun prodi. Hasil penjaringan diolah digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam revisi kurikulum. Harapan dengan adanya perubahan kurikulum ini: kendala yang dialami pada pelaksanaan kurikulum dapat teratasi, sehingga tujuan kurikulum, tercapai secara maksimal, mahasiswa dapat memenuhi hak kemerdekaan belajar di luar kampus sesuai amanat program MBKM. Mahasiswa memiliki wawasan yang cukup luas dan mendalam baik dalam bidang ilmunya maupun dalam bidang ilmu yang serumpun. Lulusan akan mempunyai kompetensi yang setara standar negara maju, sehingga dapat lebih kompetitif dalam dunia kerja maupun dalam melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Berdasarkan data tracer study menunjukkan kinerja positif dalam penyerapan alumni di dunia kerja, 45,95 % alumni telah bekerja di bidang QC dan analis kimia dan 54,05% bekerja di bidang supervisor, HRD, dan lain-lain. Dari data tsb (45,95%) menunjukkan bahwa alumni yang bekerja di bidangnya sudah di atas 30%. Terkait keterserapan alumni pada dunia kerja / jenis perusahaan, ternyata 70,3% bekerja di perusahaan nasional (paling banyak), 1,6% di perusahaan lokal, dan 8,1% di perusahaan internasional/multinasional. Keterserapan / daya saing alumni pada perusahaan multinasional ini harus ditingkatkan, melalui berbagai strategi misal peningkatan kemampuan berbahasa inggris, peningkatan kompetensi kimia, dan juga soft skill. Terkait relevansi pekerjaan dengan pendidikan, 72,9% menyatakan pekerjaannya relevan dengan pendidikan dan 13,5% menyatakan tidak relevan. Terkait status alumni setelah mereka 6 bulan lulus, 59,68% menyatakan telah bekerja, 1,61 % bewiraswasta, 6, 45% melanjutkan studi: 6,45%, dan 27,42 % sedang proses menunggu pengumuman pekerjaan. Hal ini merupakan tantangan dalam menghubungkan lulusan dengan peluang kerja yang lebih luas. Oleh karena itu perlu mengembangkan jejaring industri dan memperkuatnya, dan juga memberikan bimbingan karier yang lebih intensif kepada mahasiswa sebelum kelulusan.
Beberapa masukan dari alumni, dan stakeholder studi S1 Kimia, untuk perbaikan kurikulum program studi S1-Kimia yaitu: 1. Meningkatkan kesempatan mahasiswa untuk mencoba mengoperasikan instrumen seperti Spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, AAS dan sejenisnya. 2. Mata kuliah Organisasi Laboratorium nyatanya sangat diperlukan di lapangan, terutama di tempat bekerja nanti. Deskripsi/capaian pembelajarannya dapat ditambahkan tentang pengelolaan laboratorium yang standar dan dianjurkan pemerintah (contoh: standar ISO/EIC 17025:2017), sehingga mahasiswa mengetahui laboratorium yang baik dan sesuai dengan standar yang diakui. 3. Pada Mata Kuliah Kimia Pangan perlu menambahkan materi sebagai berikut: Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001), Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000 atau FSSC atau BRC, etc) dan Sistem Manajemen Kompetensi Laboratorium (ISO 17025).
Capaian Lulusan Program Studi S1 Kimia
Untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi profil di atas, maka dirumuskan standar kompetensi lulusan dalam bentuk rumusan capaian pembelajaran lulusan (student learning outcome), yaitu kompetensi minimal yang harus dicapai oleh para mahasiswa setelah menyelesaikan semua program yang dirancang di dalam kurikulum ini. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang tertulis dalam RPS merupakan sejumlah capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah, yang terdiri dari komponen/unsur Sikap, keterampilan, kompetensi dan penguasaan pengetahuan. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dirumuskan dengan mengacu pada jenjang kualifikasi KKNI, SN-Dikti, dan Himpunan Kimia Indonesia (HKI).
| CPL-1 | Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya |
| CPL-2 | Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan |
| CPL-3 | Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan |
| CPL-4 | Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi |
| CPL-5 | Menguasai dasar-dasar metode ilmiah, merancang dan melaksanakan penelitian, menyusun laporan ilmiah dan mengkomunikasikannya baik secara lisan maupun tertulis dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi |
| CPL-6 | Menguasai prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja, mengelola laboratorium dan menggunakan peralatannya serta cara pengoperasian alat kimia |
| CPL-7 | Mampu merancang suatu kegiatan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan kapabilitas di bidang kimia |
| CPL-8 | Menguasai konsep struktur, dinamika dan energi, serta prinsip dasar pemisahan, analisis, sintesis dan karakterisasi senyawa mikromolekul dan aplikasinya |
| CPL-9 | Menguasai prinsip dasar dan pengetahuan bagaimana mengoperasionalkan instrumen untuk analisis dan karakterisasi senyawa kimia, serta memanfaatkan TIK untuk pemodelan molekul kimia yang lebih spesifik |
| CPL-10 | Mampu bertanggung jawab dan melakukan evaluasi diri terhadap kelompok kerja di bawahnya |
Peta Profil Lulusan dan CPL
