Perluas Wawasan Global, Mahasiswa S1 Kimia Unesa Ikuti Student Mobility di Universiti Putra Malaysia
Program Studi S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui Student Mobility Program di Universiti Putra Malaysia (UPM) yang berlangsung pada 25 Juni–4 Juli 2026. Program ini diikuti oleh 11 mahasiswa, terdiri atas 2 mahasiswa Program Magister (S2) dan 9 mahasiswa Program Sarjana (S1) dari Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional antara UNESA dan UPM dalam rangka memberikan pengalaman akademik bertaraf global kepada mahasiswa. Selama mengikuti program, peserta memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan akademik internasional melalui perkuliahan, penelitian, hingga kunjungan industri yang relevan dengan bidang ilmu kimia. Selain memperluas wawasan keilmuan, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta adaptasi dalam lingkungan multikultural.
Salah satu agenda utama dalam program ini adalah sit-in class bersama mahasiswa UPM pada mata kuliah Spectroscopy, Separation, dan Inorganic Chemistry. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa S1 Kimia UNESA dapat mengikuti proses pembelajaran secara langsung, berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa internasional, sekaligus mempelajari pendekatan pembelajaran serta penelitian yang diterapkan di Universiti Putra Malaysia.

Tidak hanya memperoleh pengalaman di ruang kelas, mahasiswa juga melaksanakan kunjungan industri ke KTA Academy. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari penerapan ilmu kimia pada industri pangan melalui praktik pembuatan ricotta cheese. Mahasiswa diperkenalkan pada proses produksi, pengendalian mutu, hingga inovasi pengembangan produk pangan berbasis teknologi, sehingga mampu memahami keterkaitan antara konsep kimia dengan implementasinya di dunia industri.
Pengalaman yang paling berkesan bagi mahasiswa S1 Kimia adalah keterlibatan secara langsung dalam kegiatan penelitian di laboratorium UPM. Bersama dosen dan peneliti setempat, mahasiswa mempelajari green synthesis silver nanoparticles (AgNPs) menggunakan cocoa powder sebagai agen pereduksi alami. Penelitian tersebut menerapkan prinsip green chemistry, yaitu memanfaatkan bahan alami serta proses sintesis yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional.
Selain mempelajari proses sintesis nanopartikel, mahasiswa juga mengikuti tahapan karakterisasi material serta pengujian awal menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pengalaman tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses penelitian nanomaterial, mulai dari sintesis hingga evaluasi awal sifat biologinya. Kompetensi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan riset, khususnya pada bidang kimia material dan nanoteknologi.
