Malang, Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Juara III Tingkat Nasional pada ajang Feed Technology Efficiency and Housing Revolution (FETHOR) 2026, sebuah kompetisi nasional yang berfokus pada inovasi teknologi pakan dan peternakan berkelanjutan. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan di sektor peternakan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tim UNESA terdiri atas Maylani Kusuma Ayu, mahasiswa Program Studi S1 Biosains Hewan, Fakultas Ketahanan Pangan, serta Nur Wijaya Kusuma, mahasiswa Program Studi S1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Dalam kompetisi tersebut, tim UNESA mengusung karya inovatif berjudul "Inovasi Pakan Pelet Ruminansia Berbasis Limbah Kulit Kopi (Coffea sp.) Terfermentasi di Bondowoso sebagai Upaya Circular Economy Agroindustri." Inovasi ini menawarkan pemanfaatan limbah kulit kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pakan pelet berkualitas melalui proses fermentasi. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan nilai nutrisi bahan baku, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan limbah agroindustri sekaligus mendukung efisiensi produksi pakan ternak.
Kabupaten Bondowoso dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi di Indonesia yang menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar. Melalui penelitian ini, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ruminansia. Konsep ini mengedepankan prinsip circular economy, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya baru yang bermanfaat sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian dan peternakan. Pendekatan ekonomi sirkular semakin relevan dalam pengembangan inovasi agroindustri yang berkelanjutan.
Kontribusi mahasiswa S1 Kimia UNESA dalam tim ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif. Kompetensi di bidang kimia dimanfaatkan untuk memahami karakteristik bahan baku, proses fermentasi, serta peningkatan kualitas pakan melalui pendekatan ilmiah. Sinergi antara ilmu kimia dan biosains hewan menghasilkan solusi inovatif yang tidak hanya layak secara akademik, tetapi juga memiliki potensi implementasi di sektor peternakan.
Selain menjadi capaian akademik yang membanggakan, inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan baku pakan berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan dan peternakan berkelanjutan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi berbasis riset, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan ekonomi sirkular dan pemanfaatan limbah secara optimal.
Keberhasilan meraih Juara III Nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa UNESA mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya yang berbasis riset dan menjawab kebutuhan masyarakat.Program Studi S1 Kimia FMIPA UNESA menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Nur Wijaya Kusuma beserta tim. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghasilkan penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui sains dan teknologi.