Inovasi Mahasiswa Kimia UNESA Raih Medali Perak PKM AMLI 2025 dengan Produk “BubUbi”
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi S1 Kimia, FMIPA UNESA. Tim mahasiswa yang terdiri atas Rizka Ayu Puspitasary (Ketua), Azizah Sava Aliyah Imawan, dan Intan Febiyanti, berhasil meraih Medali Perak dalam Program Kreativitas Mahasiswa Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (PKM AMLI) 2025, pada skema PKM-K (Room 5).
Tim yang dibimbing oleh Dr. Rusmini, S.Pd., M.Si. ini mengusung karya berjudul “Pengembangan Produk Boba Ubi Ungu sebagai Inovasi Pangan Lokal Kekinian Bernilai Ekonomi”. Judul ini menjadi dasar pengembangan produk inovatif “BubUbi”, yaitu boba berbahan dasar ubi ungu lokal yang dirancang sebagai alternatif minuman kekinian yang sehat, bernilai gizi tinggi, dan ramah lingkungan.
Penelitian ini berangkat dari fenomena industri pangan Indonesia yang berkembang pesat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan kepraktisan dan variasi produk. Salah satu contohnya adalah tren minuman boba yang sangat digemari oleh kalangan muda. Namun, sebagian besar produk boba di pasaran masih bergantung pada bahan baku impor dan belum memanfaatkan potensi lokal. Ubi ungu, yang kaya akan antioksidan, serat, dan vitamin, menjadi bahan utama dalam inovasi ini. Melalui pemanfaatan sumber daya lokal, produk BubUbi tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga memberdayakan petani dan UMKM, serta mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Dengan demikian, inovasi ini turut mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan nasional.
Pengembangan produk BubUbi dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi meliputi survei bahan baku lokal, uji formulasi, dan perancangan kemasan menarik. Tahap produksi mencakup pengolahan ubi ungu menjadi butiran boba melalui proses pengukusan, pencampuran, pembentukan, perebusan, pendinginan, dan pengemasan higienis dengan label “BubUbi”. Tahap pasca-produksi meliputi penyimpanan beku, distribusi, serta promosi produk agar tetap bermutu dan dikenal luas. Hingga tahap akhir kegiatan, tim BubUbi telah berhasil memproduksi dan menjual 10 paket produk melalui promosi awal serta memiliki akun media sosial resmi sebagai sarana pemasaran digital.
“BubUbi bukan hanya produk, tetapi simbol kreativitas dan keberpihakan pada potensi pangan lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa kimia bisa menjadi solusi untuk gaya hidup sehat dan ekonomi berkelanjutan,” ujar Rizka Ayu Puspitasary, ketua tim BubUbi.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Kimia UNESA tidak hanya unggul di bidang akademik dan riset, tetapi juga mampu menerapkan ilmu kimia dalam inovasi kewirausahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depannya, tim berencana melakukan diversifikasi produk dengan berbagai varian rasa dan memperluas jangkauan pasar. Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif berbasis ilmu kimia yang bermanfaat bagi masyarakat.