EduSTEM Campaign di Kuala Lumpur: Dosen dan Mahasiswa Kimia UNESA Kenalkan Sains Pangan melalui Pembuatan Keju Ricotta Sederhana
Kuala Lumpur, Malaysia – Rumpun Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "EduSTEM Campaign: Pembuatan Keju Ricotta Sederhana". Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 ini berlangsung di Masjid Asy-Syakirin KLCC, Kuala Lumpur, bekerja sama dengan Dr. Che Azurahanim Che Abdullah dari Universiti Putra Malaysia (UPM) serta melibatkan mahasiswa S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, dan S2 Kimia FMIPA UNESA.
PkM ini ditujukan kepada jamaah Masjid Asy-Syakirin KLCC sebagai bentuk edukasi guna meningkatkan literasi sains masyarakat melalui pendekatan EduSTEM (Education, Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Dengan mengangkat tema pengolahan pangan, peserta diajak memahami bahwa konsep-konsep kimia tidak hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah demonstrasi pembuatan keju ricotta sederhana, yaitu produk olahan susu yang dibuat melalui proses koagulasi protein. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada konsep ilmiah mengenai perubahan struktur protein susu akibat penambahan asam dan proses pemanasan. Melalui pengamatan langsung, peserta dapat melihat terbentuknya curd (gumpalan protein) dan pemisahannya dari whey, sehingga konsep kimia pangan menjadi lebih mudah dipahami secara visual dan aplikatif.
Pendekatan EduSTEM yang diterapkan dalam kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan produk, tetapi juga mengintegrasikan penjelasan ilmiah di balik setiap tahapan proses. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengaruh suhu, tingkat keasaman (pH), serta mekanisme denaturasi protein yang menjadi dasar dalam pembuatan keju ricotta. Dengan demikian, pembelajaran berlangsung secara kontekstual, interaktif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa Program Studi S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, dan S2 Kimia FMIPA UNESA. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta sekaligus menjelaskan konsep-konsep kimia dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi ilmiah, kerja sama tim, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks internasional.
Kolaborasi bersama Dr. Che Azurahanim Che Abdullah dari Universiti Putra Malaysia menjadi salah satu nilai tambah dalam kegiatan ini. Sinergi antara akademisi UNESA dan UPM menunjukkan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan kegiatan pengabdian yang bersifat internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan di lingkungan Masjid Asy-Syakirin KLCC juga memberikan makna tersendiri. Selain sebagai tempat ibadah, masjid menjadi ruang edukasi masyarakat yang inklusif dan terbuka bagi berbagai kegiatan pemberdayaan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, kegiatan ini berhasil menunjukkan bahwa literasi sains dapat dikembangkan di berbagai ruang publik sehingga manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap sains, khususnya di bidang kimia pangan. Demonstrasi sederhana yang dilakukan memberikan pengalaman baru sekaligus membangun kesadaran bahwa proses pengolahan pangan sehari-hari memiliki dasar ilmiah yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Ke depan, kegiatan EduSTEM Campaign diharapkan dapat terus dikembangkan dengan berbagai tema sains terapan lainnya, seperti fermentasi pangan, keamanan pangan, bioteknologi sederhana, serta pemanfaatan bahan alam lokal. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga menjadi media kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan masyarakat dalam membangun budaya ilmiah yang berkelanjutan.
Pelaksanaan EduSTEM Campaign ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 9, SDG 12, dan SDG 17. Melalui kegiatan ini, Rumpun Kimia FMIPA UNESA kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan sains yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi global dan pengabdian yang berdampak nyata.

