Program Studi S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kali ini melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Salah satu Tim dosen Kimia UNESA memberikan edukasi mengenai higiene dan sanitasi dalam pengolahan produk herbal sebagai upaya meningkatkan keamanan pangan sekaligus mencegah cemaran mikrobiologi pada produk minuman herbal yang dikembangkan masyarakat.
Tim pengabdian, Dr. Ratih Dewi Saputri, S.Si., M.Si sebagai narasumber, memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan baku, peralatan, tempat produksi, serta kebersihan diri (personal hygiene) selama proses pengolahan agar terhindar dari 4 jenis cemaran yaitu mikroba, kimia, fisik dan lingkungan. Kualitas produk herbal tidak hanya ditentukan oleh khasiat bahan bakunya, tetapi juga oleh penerapan prinsip higiene dan sanitasi selama proses produksi. Dalam edukasi, tim pengabdian menekankan 3 kunci herbal bermutu, yakni identitas bahan, kemurnian dan kebersihan, serta kandungan senyawa aktif yang stabil.
Peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai sumber kontaminasi yang berpotensi menurunkan mutu produk herbal, mulai dari bahan baku yang kurang bersih, proses pencucian yang tidak optimal, penggunaan peralatan yang belum tersanitasi, hingga proses pengemasan dan penyimpanan produk. Peserta juga dibekali bagaimana cara memilih herbal yang aman, yaitu perlunya mengecek label dan izin edar BPOM/IRT, pilih produsen higienis, dan simpan di tempat kering. Oleh karena itu, edukasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat daya saing produk herbal masyarakat.
Ketua tim pengabdian ini, Subhan Rullyansyah , S.Farm., Apt., M.Farm., menjelaskan bahwa edukasi mengenai keamanan pangan merupakan salah satu bentuk kontribusi Program Studi S1 Kimia UNESA dalam mendukung pengembangan produk herbal berbasis potensi lokal yang aman, bermutu, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan hasil riset serta ilmu kimia untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan.
Pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan keamanan produk herbal bagi masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kualitas produk UMKM herbal berbasis potensi lokal, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang berdampak nyata.